Industri tekstil merupakan jenis bisnis yang tidak ada habisnya. Memenuhi kebutuhan setiap lapisan masyarakat, tekstil menjadi industri yang terus berevolusi dengan kebutuhan bahan baku beragam.
Data dari Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa pada tahun 2022, ekspor tekstil dan produk tekstil dari Indonesia bisa mencapai 1,5 juta ton. Angka ini bahkan lebih besar 17% di tahun 2021. Tekstil dan bahan baku tekstil asal Indonesia yang telah dipercaya di berbagai negara dapat menjadi peluang bagi Anda untuk melebarkan sayap.
Artikel ini hadir untuk Anda mempersiapkan apa saja yang diperlukan sebelum melakukan ekspor bahan baku tekstil ke berbagai negara.
Secara global, ada banyak jenis bahan baku tekstil yang bisa diekspor antara lain:
1. Benang Polyester
Poliester merupakan bahan tekstil yang banyak digunakan untuk membuat pakaian. Oleh karena itu, benang polyester menjadi bahan baku yang sangat dibutuhkan dan memiliki potensi ekspor yang tinggi. Negara tujuan dari ekspor benang polyester antara lain Jerman, Malaysia, India, dan Polandia.
2. Benang Katun
Sama seperti Polyester, benang katun juga memiliki kebutuhan yang tinggi di pasar global. Pasalnya benang ini dapat digunakan menjadi berbagai item tekstil mulai dari pakaian sampai barang-barang dekor lainnya.
3. Kapas
Meskipun produksi kapas dalam negeri masih dalam kondisi terbatas, namun kualitas kapas Indonesia sudah diakui dunia, terutama untuk jenis kapas dengan serat-serat yang pendek. Kapas menjadi material bahan baku tekstil yang laku keras karena dapat digunakan sebagai bahan pembuat benang maupun kain.
4. Kain
Selain dalam bentuk benang, kain juga dapat menjadi bahan baku tekstil yang kebutuhan ekspornya melimpah. Beberapa jenis kain yang populer dari Indonesia adalah kain tenun, kain batik, dan kain katun.
5. Serat dari Alam
Selain kapas, ternyata serat dari alam seperti tencel, rami, dan abaca juga memiliki potensi ekspor yang tinggi. Serat ini dianggap ramah lingkungan dengan tekstur yang baik untuk menjadi dasar pembuatan tekstil.
Tekstil dan bahan baku tekstil asal Indonesia menjadi salah satu unggulan di berbagai negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Australia, dan banyak negara lainnya.
Untuk melakukan ekspor, perhatikan beberapa hal berikut ini:
1. Identifikasi Pasar Tujuan
Untuk menembus pasar luar negeri di berbagai negara, lakukan riset pasar terlebih dahulu di negara tujuan ekspor. Seperti apa tren yang ada di sana, bagaimana permintaan pasarnya, informasi detail tentang regulasi impor dan persaingan yang akan dihadapi.
Ada baiknya jika Anda menargetkan negara tujuan ekspor yang memiliki perjanjian dagang internasional dengan Indonesia untuk mempermudah proses ekspor.
Jika Anda sudah menemukan negara tujuannya, maka selanjutnya adalah menunjukan keseriusan dengan membuat Letter of Intent (LOI). Meski tidak terikat secara hukum, namun hal ini dapat menjadi langkah awal sebelum mempersiapkan kontrak maupun dokumen-dokumen lain.
2. Persiapkan Dokumen yang Dibutuhkan
Untuk melakukan ekspor dari Indonesia ke negara luar, ada beberapa dokumen yang wajib Anda lengkapi, antara lain:
Dokumen wajib ini akan menjadi bukti adanya transaksi yang berlangsung antara Anda dengan importir di negara tujuan. Invoice yang Anda kirim haruslah menyertai informasi penting seperti nomor invoice, tanggal terbit, jenis barang yang dikirim, jumlahnya, harga per unit barang, total keseluruhan dalam berat dan harga, serta data Anda sebagai pengirim dan alamat penerima di negara tujuan.
Selain invoice, dokumen berupa packing list juga wajib ada saat melakukan ekspor. Dokumen ini memuat rincian barang dan ditujukan kepada petugas bea agar lebih mudah mencocokan bukti fisik barang dengan dokumen yang tersedia.
Dokumen ini diterbitkan oleh jasa pengirim barang yang menunjukan penerima dari barang ekspor. Bill of Lading dikeluarkan jika Anda memilih transportasi jalur laut, sedangkan untuk pengiriman jalur udara, dokumennya akan berupa Airway Bill.
Surat Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dibuat untuk bea cukai sebelum ekspor dilakukan. Dalam surat ini akan ada informasi seperti yang tertera di invoice, beserta kode HS untuk setiap item barang yang dikirim, dan juga alamat pelabuhan atau bandara serta penerima barang.
Melakukan ekspor besar-besaran memerlukan jaminan keamanan untuk menghindari apabila ada risiko kehilangan maupun kerusakan barang. Oleh karena itu, polis asuransi dibutuhkan sebagai langkah preventif dalam mengurangi kerugian.
Dokumen ini diperlukan untuk memastikan asal barang yang akan diekspor, dalam hal ini berasal dari Indonesia.
Jika semua dokumen telah dipersiapkan, maka dokumen terakhir yang tidak boleh ketinggalan adalah surat jalan untuk pemesanan kontainer yang akan mengangkut muatan. SI menjadi wajib diberikan oleh eksportir kepada jasa forwarder agar barang bisa dikirim segera.
3. Pilih Moda Transportasi
Sama seperti para importir, memilih moda transportasi yang tepat dan juga jasa pengiriman terpercaya merupakan hal penting bagi eksportir. Ada banyak yang bisa Anda pilih seperti pengiriman via darat, laut, maupun udara. Selain itu, jumlah kontainer atau pun bagasi yang tersedia juga berbagai mengikuti kebutuhan berat barang yang akan diekspor.
Pastikan Anda memilih jasa pengiriman yang terpercaya dan berpengalaman seperti Uniair Cargo. Anda dapat memperhitungkan review dan testimoni untuk memperkuat pilihan Anda. Lakukan juga perbandingan harga dan dapatkan penawaran terbaik untuk memaksimalkan keuntungan.
Itulah langkah-langkah dalam sebelum melakukan ekspor bahan baku tekstil dari Indonesia ke berbagai negara di dunia. Percayakan pengiriman ekspor Anda pada Uniair Cargo yang telah menjadi sahabat eksportir selama lebih dari 30 tahun. Kami bisa membantu Anda memastikan pengiriman lancar dan aman. Dapatkan penawaran terbaik dengan menghubungi contact@uniaircargo.co.id hari ini.
Contact the Uniair Cargo team
today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo
for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!