Sebagai mitra perdagangan terpenting Indonesia, keberhasilan mengelola biaya impor dari China menentukan daya saing dan profitabilitas perusahaan di pasar domestik. Dilansir melalui laman Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan Indonesia dengan China mencapai 135,17 miliar dolar AS atau naik kurang lebih 5,7% persen pada tahun 2024, dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan pada (H1) 2025 mencapai 70,8 miliar dolar AS, meningkat 15,5%.
Posisi dominan China, sebagai mitra impor Indonesia tentunya menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku usaha di dalam negeri. Data historis menunjukkan bahwa sebanyak 62,880.9 million China USD atau 28.34% menjadi sumber impor terbesar Indonesia pada tahun sebelumnya. Jumlah ini tentunya lebih banyak dibandingkan Singapore dan Jepang yang menempati posisi kedua dan ketiga.
Kompleksitas struktur biaya impor sering menjadi kendala utama yang dihadapi perusahaan, terutama dalam perencanaan anggaran dan penentuan harga jual. Pemahaman mendalam tentang komponen biaya impor menjadi kunci strategis dalam meningkatkan daya saing dan profitabilitas bisnis. Untuk mengetahui panduan praktis biaya d ke Indonesia dan bagaimana studi kasusnya, simak artikel berikut.
Baca juga : Berikut 10 Barang Impor China Paling Laris Tahun 2025
Saat barang dimuat ke kapal di pelabuhan asal, hal ini menjadi tanggung jawab penjual. Kondisi ini disebut Free On Board (FOB). Kemudian, setelah barang berada di kapal, maka seluruh risiko dan biaya beralih pada pembeli, meliputi cost, insurance, and freight (CIF) hingga ke pelabuhan tujuan. Namun, beberapa barang impor juga hanya dibebani cost and freight (CNF) yang serupa dengan CIF namun tanpa asuransi.
Selain biaya impor dari dari China, perusahaan yang melakukan impor juga harus memahami bagaimana sistem perpajakan. Hal ini meliputi bea masuk (BM) berkisar 59-7,5% dari nilai CIF dengan tarif bervariasi tergantung klasifikasi barang. Kemudian penambahan tarif PPN dengan besaran 12% sesuai PMK Nomor 131 Tahun 2024.
Selain itu, terdapat Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPh 22) memiliki struktur tarif bertingkat. Berdasarkan PMK 41/PMK.010/2022 tarifnya dibagi menurut beberapa kategori, dengan besaran 0,5% hingga 10%. Struktur ini memberikan perlakuan berbeda berdasarkan jenis komoditas yang diimpor.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi kepabeanan Indonesia, penggunaan jasa freight forwarder resmi menjadi hal penting. Biaya ini meliputi pengurusan dokumen, handling di pelabuhan, dan koordinasi dengan pihak bea cukai. Forwarder resmi seperti Uniair Cargo menyediakan berbagai layanan dengan dokumentasi lengkap dan sesuai standar regulasi cukai di Indonesia.
Biaya operasional pelabuhan serta administrasi ini meliputi biaya Terminal Handling Charge (THC), Container Freight Station (CFS), dan biaya pengurusan administrasi. Biaya storage dikenakan apabila barang tidak diambil dalam batas waktu free time yang ditetapkan, sedangkan demurrage berlaku untuk keterlambatan pengembalian container.
Setelah proses clearance, biaya trucking domestik dari pelabuhan ke gudang atau lokasi tujuan akhir perlu diperhitungkan. Biaya ini bervariasi tergantung jarak, jenis kendaraan, dan kondisi infrastruktur. Asuransi barang selama distribusi domestik juga merupakan komponen yang sering diabaikan namun penting untuk mitigasi risiko.
Sebuah perusahaan manufaktur elektronik mengimpor komponen laptop dari Shanghai dengan nilai FOB USD 10,000. Barang dikirim dalam container LCL (Less than Container Load) dengan tujuan Tanjung Priok, Jakarta. Klasifikasi HS Code 8473.30.90 dengan tarif bea masuk 5%.
Tarif pengiriman barang dari China ke Indonesia dan Asuransi:
Pungutan Negara:
Biaya Jasa dan Handling:
Total Landed Cost: USD 14,084.35
Catatan: Seluruh angka di atas hanya bersifat simulasi/perkiraan untuk ilustrasi perhitungan landed cost. Nilai aktual dapat berbeda tergantung kondisi pengiriman, kebijakan bea cukai, serta kurs yang berlaku.
Dari simulasi ini dapat diketahui bahwa biaya tambahan impor mencapai 40.8% dari nilai FOB. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya akurasi perhitungan dalam penetapan harga jual domestik.
Kolaborasi dengan pihak freight forwarder resmi dan jelas tentunya memberikan kepastian regulasi yang jelas. Perusahaan Anda dapat berkonsultasi tentang optimasi rute, konsolidasi cargo, dan manajemen dokumentasi dengan lebih efisien. Selain itu, transparansi biaya dan kemampuan tracking real-time perlu perusahaan Anda pertimbangkan saat memilih mitra logistik.
Strategi pengiriman Full Container Load (FCL) maupun Less than Container Load (LCL) memiliki tarif biaya yang berbeda. FCL umumnya lebih ekonomis untuk volume besar, sementara LCL cocok untuk volume kecil dengan frekuensi tinggi. Perencanaan inventory yang baik memungkinkan beberapa pesanan dapat diatur dalam satu pengiriman, sehingga biaya per unit menjadi lebih hemat.
Pemahaman dan pemeliharaan Harmonized System (HS) Code juga dapat membantu perusahaan Anda untuk mencegah kesalahan perhitungan pajak dan meminimalkan risiko pemeriksaan fisik. Konsultasikan dengan ahli klasifikasi barang atau customs broker untuk menghindarkan perusahaan dari biaya penalty dan penundaan proses clearance.
Pemilihan Incoterm yang tepat juga dapat mempengaruhi tarif pada struktur biaya. Negosiasi dengan supplier mengenai pembagian tanggung jawab biaya asuransi, pengiriman, dan handling dapat mengoptimalkan total cost. Penggunaan Letter of Credit (LC) atau Trade Finance dapat memberikan keamanan transaksi sekaligus potensi penghematan biaya keuangan.
Pemanfaatan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) terintegrasi memungkinkan visibility end-to-end dalam kegiatan supply chain. Penggunaan platform digital untuk tracking shipment, manajemen dokumen, dan komunikasi dengan stakeholder yang jelas dapat meningkatkan efisiensi operasional.
Diversifikasi supplier dan pemilihan rute pengiriman juga dapat mengurangi risiko perubahan pasar yang terjadi secara besar-besaran. Pemahaman mendalam terhadap force majeure clause dan asuransi cargo memastikan perlindungan optimal terhadap risiko operasional. Sementara regular review terhadap polis asuransi dan adjustment coverage sesuai nilai cargo juga penting untuk optimasi biaya.
Struktur biaya impor dari China memang cukup kompleks sehingga seluruh stakeholder perusahaan harus teliti dan memahaminya secara mendalam. Komponen pajak dan pungutan negara, ditambah biaya logistik dan handling, menghasilkan total landed cost yang signifikan terhadap nilai FOB barang.
Keberhasilan dalam mengelola biaya impor atau kargo dari China bergantung pada strategi yang mencakup pemilihan mitra logistik tepat, optimalisasi operasional, dan pemanfaatan teknologi. Kolaborasi dengan freight forwarder resmi seperti Uniair Cargo memastikan compliance terhadap regulasi sambil mengoptimalkan efisiensi biaya melalui expertise dan network yang luas.
Hubungi Uniair Cargo untuk konsultasi profesional mengenai solusi freight forwarding yang efisien dan compliance untuk kebutuhan impor perusahaan Anda.
Sumber dan Referensi:
Badan Pusat Statistik (BPS) - Statistik Impor Indonesia 2024
Kementerian Keuangan RI - PMK Nomor 131 Tahun 2024 tentang PPN Impor
Direktorat Jenderal Pajak - PMK 41/PMK.010/2022 tentang PPh Pasal 22
Kementerian Perdagangan RI - Regulasi Perdagangan Internasional
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai - Ketentuan Kepabeanan dan Cukai
Contact the Uniair Cargo team
today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo
for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!