Potensi Ekspor Bisnis Kerajinan Furnitur serta Negara Tujuan Ekspornya


October 02, 2023


Berdasarkan data dari ResearchandMarkets yang dilansir AgroIndonesia, pada tahun 2021, industri furnitur di seluruh dunia mempunyai nilai pasar hingga $671 miliar dolar AS dengan tingkat pertumbuhan majemuk (CAGR) 18,9 persen per tahunnya.

Tentunya, dari data ini kita bisa melihat bahwa bisnis furnitur sangatlah potensial, apalagi di Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah sehingga cukup mudah untuk mendapatkan bahan baku.

Bahkan nilai atau pangsa pasar ekspor industri furnitur di Indonesia menurut Kemenperin mencapai $2,5 miliar dolar AS pada tahun 2021. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2020 yang hanya $1,9 miliar dolar AS. Oleh karena besarnya peluang komoditas ekspor furnitur, pada artikel ini, Uniair Cargo akan membahas potensi ekspor bisnis furnitur Indonesia, mulai dari tantangan, peluang, hingga negara tujuan ekspor furnitur.

Baca juga: Potensi Ekspor Briket Batu Bara serta Negara Tujuan Ekspornya

Tantangan dan Peluang dalam Ekspor Industri Furnitur

Industri ekspor furnitur Indonesia memiliki potensi besar, tetapi juga menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Di samping itu, ada peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan untuk terus memperkuat posisi Indonesia dalam pasar mebel global. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Tantangan

1. Persaingan global

Industri mebel adalah industri yang sangat kompetitif di tingkat global. Produsen dari negara-negara seperti Tiongkok, Italia, dan Vietnam juga bersaing untuk pangsa pasar yang sama. Oleh karena itu, produsen Indonesia perlu menghadapi persaingan yang ketat dan berfokus pada aspek-aspek yang membedakan produk mereka.

Hal ini tentunya dapat disiasati dengan melakukan analisis pasar dan peluang untuk segmentasi bisnis furnitur Anda. Jangan sampai Anda berkompetisi pada pasar yang terlalu tersaturasi sehingga tidak bisa bersaing dengan sehat. Jika Anda sudah lama menggeluti bisnis bidang furnitur dan mebel ini, sebaiknya lakukan riset dengan konsumen tentang proposisi nilai unik (USP) dari produk Anda, misal dari segi harga Anda menawarkan lebih murah namun kualitas lebih bagus. Ini bisa dijadikan sebagai sarana branding dan promosi produk ke mancanegara.

Baca juga: Potensi Ekspor Komoditas Cabai serta Negara Tujuan Ekspornya

2. Fluktuasi harga bahan baku

Bukan tanpa sebab harga bahan baku dan produk jadi furnitur ini naik turun berfluktuatif. Hal ini tentu saja dikarenakan suplai dan tingkat permintaan. Dalam season tertentu, di mana banyak pohon (mis. pohon jati) belum bisa dipanen karena umurnya terlalu muda, Anda tentunya akan mendapatkan harga yang lebih mahal dari vendor penyedia bahan baku furnitur kayu.

Harga bahan baku, terutama kayu, bisa mengalami fluktuasi yang signifikan. Kenaikan harga kayu keras eksotis dapat berdampak pada marjin keuntungan produsen. Oleh karena itu, manajemen biaya dan perencanaan yang baik dalam hal pasokan bahan baku sangat penting.

3. Standar kelestarian yang ketat

Mayoritas masyarakat saat ini di seluruh dunia sudah memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dikarenakan jumlah pohon dan kayu yang tersedia di alam ini terbatas dan butuh waktu yang lama untuk kita memulihkan jumlah pohon-pohon yang ditebang (karena manusia lebih banyak menebang dibandingkan menanam), maka tentu saja, bisnis Anda juga harus mengedepankan produk yang sustainable atau berkelanjutan.

Pasar internasional semakin menekankan pentingnya produk kayu yang berasal dari sumber yang berkelanjutan. Produsen Indonesia perlu mematuhi standar kelestarian yang ketat dan mendokumentasikan asal-usul kayu mereka untuk menjaga akses ke pasar global.

Supaya produk Anda diterima dengan standardisasi internasional, Anda dapat memilih untuk sourcing atau mendapatkan bahan baku kayu dari organisasi terlisensi seperti milik pemerintah yaitu Perhutani. Walau memang untuk kayu eksotis seperti kayu jati Perhutani ini harganya lebih mahal.

4. Perubahan selera konsumen

Tantangan keempat ini memang tentatif dan mayoritas masyarakat pastinya akan membeli produk yang menyesuaikan dengan trend dan selera mereka. Tidak heran, pemain besar seperti IKEA tentu saja selalu mengupdate katalog produk mereka secara berkala untuk memenuhi kebutuhan dan selera pasar.

Seperti biasa, sebagai pebisnis, Anda harus terus melakukan riset pasar demi keberlangsungan bisnis Anda. Setidaknya Anda dapat mengetahui misalnya untuk tahun ini sedang ramai atau trending untuk desain dan warna dengan tema Japandi (Japan & Scandinavian) home living.

Peluang:

1. eCommerce

Perkembangan perdagangan elektronik telah membuka pintu baru bagi produsen furnitur Indonesia. Mereka dapat memanfaatkan platform eCommerce untuk mencapai konsumen global tanpa batasan geografis. Ini juga memungkinkan produsen untuk menghubungkan langsung dengan pembeli dan meningkatkan visibilitas produk mereka.

Contoh beberapa platform eCommerce yang bisa Anda coba adalah Shopify, Etsy, Amazon, dan masih banyak lagi.

2. Diversifikasi produk

Jika Anda adalah produsen furnitur bersakal besar, maka alangkah baiknya untuk melakukan diversifikasi produk untuk menyesuaikan dengan selera dan permintaan pasar. Misalnya, Anda dapat melakukan diversifikasi produk kursi kayu Anda dengan desain yang lebih modern atau menarik atau lebih fungsional dengan harga yang lebih murah. Tentunya ini dapat menjadi nilai tambah dari sisi kompetitif bisnis Anda.

3. Kolaborasi

Kalau di bidang arsitektur, tentu saja Anda tidak akan heran apabila ada arsitektur yang berkolaborasi dan memadukan nuansa klasik dengan minimalis. Di industri furnitur, Anda bisa saja berkolaborasi dengan desainer produk furnitur internasional ataupun lokal yang memiliki visi atau gaya produk mirip dengan bisnis Anda.

Nilai Pasar Ekspor Furnitur Indonesia ke Mancanegara

Industri furnitur di Indonesia telah bertumbuh sangat pesat, walaupun jika mengacu dengan data ekspor furnitur Indonesia mengalami penurunan pada semester 1 tahun 2023, tapi tahun 2022 nilai ekspor furnitur mengalami kenaikan. Berikut ini adalah negara tujuan ekspor industri furnitur dan bahan kayu Indonesia pada tahun 2022 yang dilansir dari katadata.co.id:

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat memegang posisi utama dalam tujuan ekspor furnitur Indonesia. Dengan nilai ekspor mencapai 1,67 miliar USD, pasar Amerika Serikat telah menjadi salah satu yang terbesar bagi produk mebel Indonesia. Konsumen Amerika menghargai furnitur Indonesia karena kualitas kayu eksotis dan desain yang unik. Angka tersebut setara 59,6% dari total nilai ekspor pada 2022.

2. Jepang

Jepang adalah salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia, dengan nilai ekspor furnitur mencapai 161,95 juta USD. Pasar Jepang memberikan peluang bagi furnitur dengan desain yang bersih dan fungsional, yang sering kali memikat konsumen Jepang.

3. Belanda

Belanda, sebagai pintu gerbang untuk pasar Eropa, menerima ekspor furnitur senilai 105,78 juta USD dari Indonesia. Produk kayu berkualitas tinggi dari Indonesia mendapatkan perhatian khusus di pasar ini.

4. Belgia

Belgia adalah pasar penting lainnya dengan nilai ekspor furnitur Indonesia mencapai 90,4 juta USD. Furnitur Indonesia, yang sering kali memiliki sentuhan budaya lokal yang khas, menemukan pangsa pasar yang kuat di Belgia.

5. Jerman

Jerman adalah negara lain yang memiliki nilai ekspor yang signifikan dari Indonesia, sebesar 88,17 juta USD. Furnitur dengan kualitas tinggi dan desain yang menarik menjadi daya tarik khusus bagi konsumen Jerman.

Pasar ekspor furnitur Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dalam rangka memanfaatkan peluang ini, produsen perlu terus meningkatkan kualitas produk mereka, berfokus pada kelestarian, dan mengikuti perkembangan tren global dalam desain dan gaya hidup. Dengan kerjasama antara pemerintah, industri, dan pihak berkepentingan lainnya, Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri mebel global.

Contact the Uniair Cargo team today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!

Import Hewan Hidup
Ekspor-Impor

JULY 29, 2025

Panduan Lengkap Impor Hewan Hidup Update Terbaru

9 Komoditas Ekspor Indonesia
Ekspor-Impor

MARCH 22, 2024

9 Komoditas Ekspor Indonesia ke Thailand, Ada Apa...

Manfaat Jasa Konsultan Ekspor Impor
Ekspor-Impor

AUGUST 09, 2024

Manfaat Jasa Konsultan Ekspor Impor bagi Perusahaa...