Indonesia terus menjadi pasar utama bagi produk-produk asal Tiongkok. Menurut data BPS terbaru, Tiongkok menyumbang sekitar 40,9% dari total impor nonmigas Indonesia (US$15,52 miliar) pada Januari 2025. Total nilai impor dari China pada 2024 tercatat sekitar US$ 55,8 miliar, meningkat 8,5% dari tahun sebelumnya. Produk-produk dari negeri Tirai Bambu mendominasi mulai dari barang elektronik hingga mesin berat. Sebagai gambaran, kategori “mesin dan perlengkapan listrik” (HS 85), khususnya smartphone, adalah komoditas impor utama kita. Di sisi lain, kebutuhan konsumen akan produk murah dan inovatif dari China tetap tinggi. Seluruh kategori barang impor laris ini membuka peluang bisnis besar bagi importir Indonesia (baik pemula maupun profesional).
(Soure : Freepik)
Perangkat elektronik konsumen buatan China – terutama smartphone, laptop, tablet, dan aksesoris (earphone, powerbank, smartwatch) – masih menjadi barang impor paling laris. Menurut BPS, impor smartphone dari China pada 2023 mencapai US$ 1,95 miliar (sekitar 3,14% dari total ekspor China ke Indonesia). Misalnya, merek-merek China seperti Xiaomi, Oppo, dan Realme menguasai pasar ponsel dengan harga kompetitif, fitur canggih (misal kamera AI, layar AMOLED) dan desain modern. Permintaan terhadap gadget terus tinggi karena semakin banyaknya pekerja jarak jauh atau WFH (Work From Home), pelajar, dan konsumen muda yang aktif secara digital. Industri gaming juga terus tumbuh, sehingga aksesoris gaming (mouse, keyboard, headset) asal China ikut diminati. Faktor harga murah dan inovasi teknologi menjadi kunci popularitas barang elektronik ini. Beberapa poin penting:
(Source : Freepik)
Produk fashion dan tekstil asal China juga sangat laku di pasar Indonesia. Impor pakaian jadi (garment) dari China tercatat sangat tinggi – menurut BPS, lebih dari 40% impor tekstil Indonesia berasal dari China. Pakaian kasual, jaket, kaus, hingga aksesoris seperti tas dan sepatu sering diproduksi massal di China dengan biaya rendah. Beberapa tren 2025: pakaian model oversized, streetwear, dan pakaian berbahan ramah lingkungan makin populer. Produk fashion China diminati karena:
Para importir di Jakarta, Bandung, maupun kota besar lainnya banyak membawa pakaian China karena itulah yang dicari konsumen. Selain pakaian, aksesoris fashion seperti jam tangan, kacamata, hingga perhiasan imitasi (fashion jewelry) buatan China juga laris manis.
Baca juga : Waktu Ideal untuk Mengimpor Barang Berdasarkan Musim & Tren Pasar
(Source : Freepik)
Mainan anak-anak dari China sangat diminati keluarga di Indonesia. Barang-barang seperti balok susun (building blocks), boneka karakter (action figure), mainan edukatif, alat musik miniatur banyak diimpor dari China karena harganya jauh lebih murah dibanding mainan impor Eropa atau Amerika. Kualitas mainan China pun membaik – produsen kini lebih memperhatikan standar keamanan internasional, misalnya material plastik bebas toksin. Alasan mainan China populer:
Tahun 2025, pertumbuhan pasar mainan di Indonesia diprediksi tetap positif, terutama menjelang akhir tahun (musim liburan). Importir mainan dapat memanfaatkan tren ini dengan impor produk baru yang lagi viral (misal mainan sensori, robot pintar) via freight China ke Indonesia.
(Source : Freepik)
Produk rumah tangga China, mulai dari peralatan dapur hingga gadget smart home, semakin banyak menghiasi rak toko lokal. Barang-barang seperti rice cooker pintar, blender portable, oven toaster, hingga lampu LED pintar didatangkan dari China. Kelebihannya: desain modern dan sering dilengkapi teknologi terbaru (misal koneksi WiFi, aplikasi smartphone). Tren 2025 di kategori ini meliputi perangkat smart home (terkoneksi IoT) dan peralatan hemat energi. Faktor larisnya peralatan rumah tangga China:
Selain peralatan besar, barang dekorasi rumah kecil buatan China (seperti lampu hias, pernak-pernik dekorasi) juga populer. Perlu dicatat bahwa barang impor China tidak hanya elektronik: keramik, panci, pisau dapur keramik, dan furniture ringan (meja portable, rak sepatu) juga banyak diimpor. Peluang bisnisnya jelas pasar peralatan rumah tangga Indonesia diperkirakan terus bertumbuh seiring urbanisasi dan minat keluarga muda akan rumah pintar.
(Source : Freepik)
Kebutuhan akan peralatan medis dan kesehatan di Indonesia terus meningkat, dan sebagian besar diimpor dari China. BPS mencatat sekitar 94% alat medis (diagnostik, farmasi, alat bantu jalan, masker, termometer, oksimeter, dll.) di Indonesia adalah barang impor, “paling banyak dari China”. Contohnya, selama pandemi dan sesudahnya permintaan masker medis, rapid test kit, dan ventilator buatan China melonjak. Kini, importir memfokuskan pada alat kesehatan non-medis juga, seperti perangkat fitness (treadmill kecil, alat latihan beban). Peluangnya antara lain:
Importir yang mencari jasa impor China khusus alat kesehatan perlu memastikan standar BPOM/BSN terpenuhi. Namun secara bisnis, kategori ini menjanjikan karena pemerintah dan swasta Indonesia masih kekurangan sebagian besar peralatan medisnya. Dengan waktu tempuh impor udara atau laut 2–4 minggu, stok alat kesehatan bisa segera dicairkan ke pasar.
(Source : Freepik)
Produk kecantikan buatan China – seperti skincare, kosmetik lokal, alat kecantikan elektrik (face roller, pembersih wajah otomatis) – juga banyak dicari konsumen Indonesia. Sejumlah brand China menawarkan produk yang terjangkau namun kualitasnya cukup baik, menarik minat generasi muda. Selain itu, suplemen kesehatan (vitamin, minuman kolagen) dan produk ramah lingkungan (sheet mask organik, sabun herbal) menunjukkan tren kenaikan penjualan. Keunggulan produk ini:
Kategori kecantikan ini bersinggungan dengan pola belanja konsumen (e-commerce, media sosial). Istilah “barang impor laris” di sektor kecantikan menjadi rutin di pencarian online. Distributor kosmetik kerap memanfaatkan promosi online untuk menghabiskan stock yang banyak diimpor dari China.
(Soure : Freepik)
Industri otomotif Indonesia mulai terbuka dengan merek-merek China. Mobil listrik, motor, dan suku cadang buatan China semakin tampak di jalanan. Menurut data Gaikindo, Wuling dan BYD menempati peringkat teratas penjualan mobil asal China di Indonesia pada 2024, masing-masing 21.923 dan 15.429 unit. Motor listrik dari China juga mulai populer karena insentif pemerintah. Selain kendaraan lengkap, komponen otomotif China (seperti baterai EV, komponen mesin, pelek, shockbreaker) banyak diimpor untuk mendukung perakitan lokal. Faktor pendorong:
Dengan meningkatnya produksi otomotif di Asia Tenggara, importir di Indonesia berpeluang besar mengimpor mobil, motor, atau suku cadang China. Peluang bisnis di sektor otomotif ini juga memicu tumbuhnya jasa impor dan logistik khusus kendaraan.
(Source : Freepik)
Selain kendaraan utuh, aksesori kendaraan asal China juga laris manis. Produk seperti kamera dashboard, GPS tracker, sistem alarm mobil, sarung jok custom dan lampu LED aftermarket banyak dijual di pasaran. Aksesori ini populer karena menambah kenyamanan dan fitur keamanan dengan biaya rendah. Tren 2025 meliputi dashcam berteknologi AI (memantau tidur pengemudi), serta aksesori berbahan ramah lingkungan (misal filamen lampu LED hemat energi). Keunggulannya:
Secara keseluruhan, aksesori kendaraan impor juga termasuk dalam kategori “barang impor laris” karena selalu dicari pengendara otomotif yang ingin meningkatkan tampilan atau kenyamanan mobil/motornya.
Produk dekorasi rumah asal China (seperti lampu gantung, wallpaper bermotif, tirai modern, dan tanaman hias artificial) sedang tren di kalangan millennial. Banyak keluarga muda yang memilih mendekorasi rumah dengan barang murah meriah namun estetik. Selain itu, furniture ringan seperti meja lipat, kursi plastik unik, dan rak penyimpanan multifungsi buatan China juga banyak diimpor. Ciri khas produk ini: desain minimalis dan modular. Tren 2025 menunjukkan peningkatan minat pada dekorasi DIY (do-it-yourself) dan barang-barang yang mudah dirakit. Impor dari China memudahkan pemilik toko dekorasi maupun e-commerce menyediakan stok barang unik dengan cepat.
Terakhir, produk-produk untuk hobi dan olahraga juga masuk dalam jajaran barang impor laris China. Action figure, alat-alat olahraga (misal alat fitness kecil, sepeda lipat), hingga perlengkapan alat tulis dan kerajinan (craft kits, alat lukis) banyak dibawa dari China. Alasannya: harga murah dan pilihan produk yang sangat beragam. Misalnya, perlengkapan memancing atau hiking ringan dari China diminati para penggemar outdoor, sementara komunitas kolektor figure sering impor langsung dari pasar grosir China. Meskipun volume tidak sebesar elektronik atau fashion, permintaan segmen ini tetap signifikan sebagai “barang impor lainnya” yang potensial.
Setiap kategori di atas dipicu oleh keunggulan produk China: harga kompetitif, variasi produk, dan kemudahan impor. Importir Indonesia yang cermat bisa memanfaatkan peluang ini untuk bisnis. Untuk keperluan impor skala besar, jasa seperti Uniair Cargo siap membantu mengurus seluruh proses.
Uniair Cargo hadir sebagai partner jasa impor ekspor China terpercaya untuk membantu proses pengadaan barang dari Tiongkok. Dengan pengalaman berpengalaman, Uniair Cargo menawarkan layanan end-to-end: mulai dari pengurusan dokumen ekspor-impor, freight udara dan laut, hingga customs clearance. Estimasi waktu pengiriman barang impor China ke Indonesia hanya sekitar 2–4 minggu
Hubungi tim kami sekarang juga untuk konsultasi gratis dan estimasi biaya impor dari Jepang. Kunjungi Instagram kami @uniaircargo untuk update info logistik & tips ekspor-impor lainnya!
Sumber:
Badan Pusat Statistik
Info Bank News
Contact the Uniair Cargo team
today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo
for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!