Apa Itu Sertifikasi AEO? Pentingnya AEO dalam Proses Logistik


September 01, 2023


Apa itu sertifikat AEO? Sertifikat ini secara singkat dapat menjadi pertimbangan Anda dalam memilih jasa 3PL atau logistik yang dapat diandalkan.

Ya, mengingat kini pertumbuhan ekonomi antar negara terus meningkat di mana ekspor impor menjadi kegiatan yang tidak bisa dihindari.

World Customs Organization (WCO) bersama Bea Cukai pun akhirnya mengadopsi standar Framework of Standard to Secure and Facilitate Global Trade (SAFE SoS) yang didalamnya terdapat Authorized Economic Operator (AEO).

Tujuan dari sertifikasi AEO adalah sebagai jaminan keamanan dan kualitas yang dipercayakan kepada penyedia jasa logistik. Dengan memiliki sertifikat AEO, perusahaan logistik menjadi punya beberapa keistimewaan dalam pengurusan dokumen atau pun proses administrasi yang lebih mudah.

Dasar Hukum Sertifikasi AEO

Sejak ditandatangani World Customs Organization (WCO) di tahun 2005 bersama Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, sertifikasi AEO berlandaskan beberapa dasar hukum berikut ini:

  1. Pasal 3 dan Pasal 4 UU No. 10 Tahun 1995 yang telah diamandemen menjadi UU No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan
  2. Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2010
  3. Peraturan Menteri Keuangan PMK 227/PMK.04/2014 tentang Authorized Economic Operator
  4. Peraturan Direktur Jenderal Nomor PER-4/BC/20215 tentang Tata Cara Pemberian Pengakuan Kepabeanan Sebagai Authorized Economic Operator

Siapa saja Yang Bisa Mendapatkan Sertifikasi AEO?

Sebagai sertifikasi yang ditujukan untuk perdagangan ekspor-impor, ada beberapa pihak yang dapat mengajukan sertifikasi AEO, antara lain:

  1. Importir
  2. Eksportir
  3. PPJK
  4. Jasa Pengangkut
  5. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara (TPS)
  6. Pengusaha Tempat Penimbunan Berikat (TPB)
  7. Pihak lain yang terkait supply chain

Meskipun tidak mudah, namun pihak-pihak tersebut dapat mengajukan sertifikasi AEO dengan memenuhi persyaratan dokumen sebagai berikut:

  1. Surat permohonan
  2. Surat pernyataan
  3. Self assessment
  4. Maturity model
  5. Struktur organisasi
  6. Standar prosedur operasional
  7. Layout perusahaan
  8. Akta pendirian dan perubahan terakhir
  9. Laporan auditor independen dalam 2 tahun terakhir
  10. Daftar dan kontrak pihak ketiga
  11. SKEP Fasilitas Kepabeanan
  12. Sertifikat AEO dari negara lain
  13. Sertifikat ISO dan sejenisnya
  14. Copy SPPKP, NPWP, dan NIB

Manfaat AEO Bagi Kemudahan Logistik

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa perusahaan logistik yang berhasil mendapatkan sertifikasi AEO tentu akan memiliki beberapa keuntungan antara lain:

  1. Pemeriksaan dokumen maupun barang fisik yang lebih sedikit.
  2. Mendapatkan prioritas penyederhanaan prosedur kepabeanan.
  3. Pelayanan khusus saat terjadi gangguan terhadap pergerakan logistik.
  4. Mendapatkan pre-notification untuk setiap update di kepabeanan.
  5. Dapat menggunakan jaminan perusahaan.
  6. Adanya kemudahan dalam pembayaran berkala.
  7. Diberikan kemudahan untuk pembongkaran atau muatan langsung tanpa perlu dilakukan penimbunan.
  8. Mendapatkan akses prioritas untuk mengikuti program-program DJBC.
  9. Adanya layanan khusus oleh Client Manager.
  10. Adanya layanan penyelesaian kepabeanan di luar jam kerja Kantor Pabean.
  11. Mendapatkan prioritas penyelesaian dalam restitusi pajak.

Kriteria untuk Pengajuan AEO

Selain dari kelengkapan dokumen yang harus dimiliki, untuk mengajukan AEO perusahaan logistik juga diminta untuk memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Kepatuhan Pada Peraturan Kepabeanan dan/atau Cukai

Perusahaan yang ingin mengajukan sertifikat AEO haruslah memiliki reputasi kepatuhan akan peraturan bea cukai minimal 2 tahun. Selain itu perusahaan juga tidak boleh memiliki catatan pelanggaran, mampu merancang dan menerapkan SOP, serta tidak memiliki tunggakan pada kepabeanan yang telah jatuh tempo.

2. Sistem Pengelolaan Data Perdagangan

Syarat kedua perusahaan harus memiliki catatan yang akurat, lengkap dan dapat diverifikasi terhadap pergerakan kargo ekspor-impor serta menciptakan sistem pencatatan yang bisa diakses DJBC dan mampu mencegah/mendeteksi akses ilegal.

3. Kemampuan Keuangan

Memiliki keuangan yang memadai untuk semua bidang usaha serta mendapatkan pengakuan dari audit akuntan publik terhadap laporan keuangan 2 tahun terakhir.

4. Sistem Konsultasi, Kerjasama, dan Komunikasi

Memiliki penanggung jawab atau manajer AEO dan mekanisme penginformasian secara khusus antara perusahaan dan DJBC apabila terjadi transaksi tidak wajar.

5. Sistem Pendidikan, Pelatihan dan Kepedulian

Adanya pelatihan kepada pegawai mengenai keamanan supply chain beserta cara melakukan identifikasi potensi ancaman internal maupun eksternal.

6. Sistem Pertukaran Informasi, Akses, dan Kerahasiaan

Adanya pengembangan IT sistem sebagai cara melakukan pertukaran data dan informasi. Selain itu dibutuhkan pula prosedur yang menjamin akurasi, perlindungan, dan validasi tentang keluar-masuk barang, serta kebijakan dokumentasi yang terkontrol.

7. Sistem Keamanan Kargo

Memastikan perusahaan memiliki prosedur keamanan dan mampu menjamin kebenaran kargo dan juga penyegelan sesuai kriteria.

8. Sistem Keamanan Pergerakan Barang

Adanya prosedur untuk memastikan semua alat angkut yang digunakan telah memenuhi standar keamanan serta didampingi oleh SDM yang terampil.

9. Sistem Keamanan Lokasi

Konstruksi bangunan yang digunakan haruslah aman dari kemungkinan adanya penyusup. Selain itu, prosedur pemeriksaan dan perbaikan rutin bangunan, penguncian, dan penerangan yang memadai juga dibutuhkan.

10. Sistem Keamanan Pegawai

Adanya seleksi dalam memilih pegawai serta pengecekan berkala terhadap latar belakang pekerja, terutama penanggung jawab bagian penting. Selain itu penanggung jawab K3 dan penghapusan dokumen juga dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyediakan CCTV untuk merekam setiap tamu yang masuk.

11. Sistem Keamanan Mitra Dagang

Melakukan pertimbanagn sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan mitra dagang dan mendorong mitra dagang untuk selalu mengevaluasi dan meningkatkan kualitas layanan.

12. Sistem Managemetn Krisis dan Pemulihan Insiden

Mengembangkan rencana kontijensi manajemen krisis sekaligus memberikan pelatihan kepada pegawai terkait agar mampu membuat pelaporan, investigasi, dan analisis atas percobaan pelanggaran keamanan.

13. Sistem Perencanaan dan Pelaksanaan Pemantauan, Pengukuran, Analisis, dan Peningkatan Sistem

Adanya prosedur untuk melakukan audit mandiri atas sistem manajemen pengamanan yang ada serta kesadaran akan perbaikan dan peningkatan terhadap risiko keamanan.

Tidak mudah untuk mendapatkan sertifikat AEO, hal ini tentu sejalan dengan manfaat keistimewaan yang didapat. Anda dapat lebih tenang ketika memiliki rekan 3PL yang sudah tersertifikasi AEO, karena artinya pengiriman Anda aman dan tetap terjaga kualitasnya sampai ke tangan customer.

Seperti Uniair Cargo yang sudah mendapatkan sertifikasi AEO, sehingga mampu memberikan bukti servis terbaik dalam setiap layanan logistiknya. Tenang saja, barang yang Anda kirim berada di tangan yang tepat. Hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut mengenai jasa freight forwarding komprehensif dan lengkap secara end-to-end.

Contact the Uniair Cargo team today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!

Bagaimana Memilih Freight Forwarder
Logistik

DECEMBER 30, 2024

Bagaimana Memilih Freight Forwarder yang Tepat unt...

Bonded Warehouse vs General Warehouse
Logistik

APRIL 30, 2025

​Bonded Warehouse vs General Warehouse: Apa Bedany...

Bagaimana Terusan Suez Dapat Menghemat Biaya
Logistik

JUNE 04, 2024

Bagaimana Terusan Suez Dapat Menghemat Biaya Logis...